- pemberhentian -

bukan berarti berhenti atau telah sampai pada tujuannya, namun mencoba untuk mencari makna dan melihat kembali perjalanan yang telah dilakukan selama ini.
Mencoba untuk belajar dari setiap langkah yang terangkum dalam gambar.
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juni 2012

Sepedulanguh



Sepedulanguh, Perjuangan Perempuan Pendulang Timah
Sekelompok perempuan pendulang bertahan penuh tangguh. 
Mengais butir-butir kehidupan, walu sadar kini alam semakin mengeluh
Oh..Sepedungaluh.

Penata Tari : Erliza Furi
Penari : Agnes, Dila, Husnul, Mima, Vivi


















Selasa, 26 Juni 2012

Rouk Betino



Sinopsis; Terinspirasi dari kain yang digunakan oleh perempuan Melayu Riau sebagai busana tradisi. Pada karya ini, kain diibaratkan dengan sebuah rok dari panjang kain/rok dapat dilihat status perempuan yang telah menikah dan yang masih gadis. "Ghaso Ati inilah Mak dan Aku, bebalutkan Rouk Betino ati nan jaouh"

Penata tari : Merlia Atika
Penari : Mega Lestari, Yogta Gita A, Khorunnisa, Ayu Permata S, Mei Ariyanti, Ari Kusuma N, Aprilia W.















Senin, 11 Juni 2012

Saatnya Herbal

Pernah gak dapet tawaran ikutan eMeLeM sama temen kamu sendiri??? Yakin deh, setidaknya sekali dalam seumur hidup pasti pernah entah sama temen, keluarga sndiri atau orang yang gak dikenal sekalipun. Sejak SMA mungkin udah lebih dari itungan jari dua tangan. Contohnya gini : pura-puranya temenku, sebut aja Tian, dia cerita kalo mau ngrintis usaha jualan trus diundanglah aku ni katanya sih minta dukungan biar bisa jalan bareng, keuntungannya ntar bisa di share bareng2 tiap periode. Tertariklah aku dan keesokan harinya memutuskan buat ketemu. ternyata oh ternyata, bukan temenku sendiri yang nemuin tapi orang lain yang katanya itu partner dia. Singkat cerita (udah tau kan?!!) ditawarin gaji, rumah, bahkan sampe kapal pesiar dan blablablabla....
Itu cuma satu contoh, Selain Tian pangkat 1, masih ada tian pangkat 2, tian pangkat 3 ada juga si Herbi, si Ceni, si Propi, si Keling dan lain2..anehnya, orang2 sekitarku ada aja yang namanya sama.


Jamu Segar bikin Bugar :D


Sudahlah, bukan itu masalahnya, urusan rejeki sudah jalan pilihan masing-masing tapi kalo mau hidup sehat ya gak ada yang salah kok. Inilah pilihanku : JAMU :) Yakin deh, kalo orang jawa pasti tau yang namanya jamu. Ramuan tradisional yang diracik dari berbagai macam bahan alami.

Sebenernya sama juga aku nawarin produk kesehatan, tapi yang ini juga bisa dijadikan tempat nongkrong yang beda dari yang biasanya.Tepatnya jamu Ginggang, tepatnya terletak di Jalan Masjid di daerah Puro Pakualaman, Yogyakarta. Susur telusur warung jamu ini udah ada sejak tahun 1940-an. Kalo mau tau lebih lanjut mampir aja langsung atau searching datanya juga banyak kok :p. 

Memang sih buat kamu-kamu yang seumuran sama aku mungkin denger kata "jamu" aja pasti dah parno sendiri. Bayangannya paitlah, jijiklah, ato mual kalo minum dan seterusnya dengan alasan yang gak disertai pengalaman mumpuni tentang jamu. Makanya kalian, yang kuliah di jogja mesti nyobain menu yang ada disini. aku dah ngajakin sekitar 10 orang temen yang awalnya gak minat jadi suka! Beneran nih gak bo'ong! 
  
Buktiin kalo anak muda jaman sekarang punya semangat menerima warisan budaya asli Indonesia :D. Yang kuliah di Jogja, ngomongnya pergerakan jangan sungkan buat minum jamu kan pastinya. Apalagi ini jamannya emang semakin modern, percaya gak percaya tindakan sosial masyarakat terhadap kesehatan udah berubah lho(Sosiologinya keluar..heehe). Orang semakin "takut " akan masa depan dunia/ bumi atau dengan kata lain orang ingin hidup lebih lama di bumi yang semakin parah kondisinya. Makanya mari kita beralih ke herbal! 

Oia ada tips khusus kalo emang pengen beralih ke cara hidup herbal. Perlu diketahui manfaaat dari bahan herbal itu gak bisa langsung keliahatan bagi tubuh kita, apalagi untuk jangka panjang. Mesti sabar dan yang paling penting untuk dicatat adalah RUTIN. Maksudnya rutin bukan tiap hari mesti minum lho, tapi buatlah waktu khusus untuk mengkonsumsi bahan2 herbal. Misalnya seminggu sekalli, atau tiga hari sekali gitu. Memang sih lebih rutin lebih bagus tapi tau gak kalo tubuh kan juga butuh adaptasi makanya mari kita bikin jadwal khusus buat hidup alami  dengan herbal. :)



Sayang sekali anak muda ini gak ngikutin kebiasaan ortunya



Selalu sedia demi kesehatan anda




gak perlu tiap hari kok, yg penting rutin!



jamu pun menyesuaikan selera anak muda :D

Jumat, 25 Mei 2012

Hidup dan Menghidupi Tobong


*Ketoprak Tobong, 20 Maret 2011 belum pernah dipublikasikan >> masih belajar bikin foto cerita/ esai foto




Lakon 20 April 2011 : Joko Tarup


Sore itu hujan deras mengguyur Yogyakarta, namun hal ini tidak mempengaruhi persiapan para seniman panggung Kelana Bhakti Budaya melakonkan judul “Joko Tarub”. Hujan mulai berhenti tapi genangan air tampaknya masih terlihat disekitar panggung kethoprak tobong yang letaknya berada di tanah kosong di area persawahan Kalasan.


Last Preparation



Dandan

Memoles Watak
Siap


Pukul 19.00 atau dua jam sebelum pementasan dimulai para pemain biasanya sudah berkumpul di belakang panggung untuk mempersiapkan segala kesiapan pementasan yang dilakukan dua kali dalam seminggu, hari Rabu dan Minggu. Diawali dengan brief singkat mengenai alur cerita yang dimainkan, merias wajah masing-masing, hingga menyiapkan setting panggung dilakukan dalam. Satu per satu penonton yang mayoritas warga setempat pun mulai berdatangan oleh iringan gamelan yang sengaja dimainkan sebagai pertanda bahwa pentas telah siap untuk disaksikan.

Penonton juga disambut dengan rasa kekeluargaan dari pihak Kelana Bhakti Budaya. Mereka tidak dikenai biaya tiket namun disediakan satu kotak sukarela di loket masuk tobong. Beberapa pegiat tobong mengatakan pertunjukan mereka adalah pentas amal. Dari hasil sekali pentas pun pemain bisa saja hanya dibayar sama rata Rp 2.000,-/orang. Dalam kesederhanaan inilah mereka berjuang demi seni. Mereka hidup dan menghidupi ketoprak tobong.

Sinden
Tokoh di Balik Layar

Prolog

Joko Tarup Beraksi


Totalitas

Akhir Cerita

Kelana Bhakti Budaya merupakan nama dari kethoprak tobong yang dibina oleh bapak Dwi Tartiyasa. Tobong sendiri bisa diartikan dengan wadah yang terbentuk dari bambu. Memang kelompok panggung ini memiliki keunikan tersendiri yakni panggung telah menjadi rumah bagi para senimannya. Pada dasarnya panggung mereka bukanlah panggung permanen namun dapat dipindahkan kapanpun. Ketoprak tobong ini merupakan satu-satunya yang ada di Yogyakarta, meskipun kabarnya di daerah Kediri juga masih ada. Tobong hanya salah satu dari kesekian banyak kesenian Indonesia yang ingin bertahan oleh perkembangan zaman


After Perform