- pemberhentian -
bukan berarti berhenti atau telah sampai pada tujuannya, namun mencoba untuk mencari makna dan melihat kembali perjalanan yang telah dilakukan selama ini.
Mencoba untuk belajar dari setiap langkah yang terangkum dalam gambar.
Mencoba untuk belajar dari setiap langkah yang terangkum dalam gambar.
Senin, 15 Februari 2010
Rabu, 10 Februari 2010
cita-cita di hari pers
Sering disebutkan bahwa pers merupakan pilar penting dalam mewujudkan sebuah negara demokratis. Kehadiran pers memang merupakan satu hal penting nilai demokratis yakni dalam memperjuangkan kedaulatan rakyat agar rakyat dapat memerintah dirinya sendiri dan pemerintah berada di bawah kekuasaan rakyat.(Suseno, 1987).
Sebuah pernyataan penting datang dari presiden Indonesia dalam peringatan Hari Pers Nasional 2010, yakni mengenai peran pers untuk rakyat. Dalam pernyataannya, beliau menggambarkan kaitan pers dan demokrasi dengan memberikan ajakan people-centered democracy. Pernyataan tersebut datang seturut dengan maraknya pemberitaan kondisi pemerintahan akhir-akhir ini yang dapat dikatakan buruk. Satu hal lagi, cita-cita mewujudkan nilai-nilai bersama ini menjadi suatu tantangan tersendiri, khususnya bagi pelaku pers di dalamnya.
Mencoba membayangkan bagaimana cara untuk mewujudkan pers untuk rakyat. Banyak hal terjadi di sekitar kita, bahkan seratus halaman koran pun mungkin juga tidak dapat merangkul semua detil peristiwa dengan baik setiap harinya. Memang sebuah bayangan yang juga tidak mungkin terjadi, siapa juga yang mau menghabiskan waktu hanya untuk membaca koran. Namun, yang ingin dikatakan adalah bagaimana kita melihat setiap peristiwa tersebut lewat permukaan saja atau verstehende. Suatu peristiwa sarat akan nilai-nilai tertentu yang bisa saja diterjemahkan lain bagi mesing-masing orang yang membacanya.
Banyak hal tentunya yang dapat dilakukan setiap elemen pembentuk demokrasi di Indonesia untuk mencapai cita-cita bangsa. Semuanya tidak dapat dilepaskan lewat ajaran-ajaran guru bangsa kita yaitu lewat kebersamaan.
Selamat Hari Pers!
Sebuah pernyataan penting datang dari presiden Indonesia dalam peringatan Hari Pers Nasional 2010, yakni mengenai peran pers untuk rakyat. Dalam pernyataannya, beliau menggambarkan kaitan pers dan demokrasi dengan memberikan ajakan people-centered democracy. Pernyataan tersebut datang seturut dengan maraknya pemberitaan kondisi pemerintahan akhir-akhir ini yang dapat dikatakan buruk. Satu hal lagi, cita-cita mewujudkan nilai-nilai bersama ini menjadi suatu tantangan tersendiri, khususnya bagi pelaku pers di dalamnya.
Mencoba membayangkan bagaimana cara untuk mewujudkan pers untuk rakyat. Banyak hal terjadi di sekitar kita, bahkan seratus halaman koran pun mungkin juga tidak dapat merangkul semua detil peristiwa dengan baik setiap harinya. Memang sebuah bayangan yang juga tidak mungkin terjadi, siapa juga yang mau menghabiskan waktu hanya untuk membaca koran. Namun, yang ingin dikatakan adalah bagaimana kita melihat setiap peristiwa tersebut lewat permukaan saja atau verstehende. Suatu peristiwa sarat akan nilai-nilai tertentu yang bisa saja diterjemahkan lain bagi mesing-masing orang yang membacanya.
Banyak hal tentunya yang dapat dilakukan setiap elemen pembentuk demokrasi di Indonesia untuk mencapai cita-cita bangsa. Semuanya tidak dapat dilepaskan lewat ajaran-ajaran guru bangsa kita yaitu lewat kebersamaan.
Selamat Hari Pers!
Rabu, 03 Februari 2010
Kok begini?
orang pertama berkata : "wah, kamu hebat yah! udah bisa kayak gini..aku aja gak bisa sama sekali"
orang kedua menjawab : "ah itu masalah memulai aja kok, karena aku lebih duluan belajar aja daripada kamu"
ya secuil percakapan itu, membuatku berpikir tentang diriku sendiri dan orang-orang yang pernah bertemu denganku pula. aku seorang lelaki berumur 21 tahun! apa yang seharusnya bisa dan sudah aku lakukan kalo begitu??
pertanyaan yang gampang namun sangat sulit dijawab, menurutku..
Bisa saja aku memutar kembali memori otak dalam benakku. Bisa juga aku melihat catatan-catatan penting dalam hidupku. Banyak hal yang tentu sudah aku jalani di bumi, tapi tetap saja aku tidak ingat detil apa pun itu. Apapun itu, keadaannya sekarang aku ini bisa apa??
Kata orang, Setiap pribadi adalah unik. Sependapat juga dengan pernyataan itu, namun beda ceritanya jika kalimat itu dipakai untuk sebuah alasan saja atas pertanyaan "Kok kamu gitu?", "kok kamu gini?" dll..
Yah, setiap pribadi unik karena hidup. manusia gak akan pernah berhenti belajar. Apa yang membentuk sebuah pribadi juga merupakan hasil dari apa yang udah kita alami, pengalaman istilahnya. Apapun bentuknya.

kembali lagi pada sebuah pertanyaan-pertanyaan di benakku, jawabannya adalah bagaimana kita semua bisa sadar mengapa aku jadi seperti ini atau seperti itu. Dulu guruku bilang, mengutip Bung Karno, "JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah!"
orang kedua menjawab : "ah itu masalah memulai aja kok, karena aku lebih duluan belajar aja daripada kamu"
ya secuil percakapan itu, membuatku berpikir tentang diriku sendiri dan orang-orang yang pernah bertemu denganku pula. aku seorang lelaki berumur 21 tahun! apa yang seharusnya bisa dan sudah aku lakukan kalo begitu??
pertanyaan yang gampang namun sangat sulit dijawab, menurutku..
Bisa saja aku memutar kembali memori otak dalam benakku. Bisa juga aku melihat catatan-catatan penting dalam hidupku. Banyak hal yang tentu sudah aku jalani di bumi, tapi tetap saja aku tidak ingat detil apa pun itu. Apapun itu, keadaannya sekarang aku ini bisa apa??
Kata orang, Setiap pribadi adalah unik. Sependapat juga dengan pernyataan itu, namun beda ceritanya jika kalimat itu dipakai untuk sebuah alasan saja atas pertanyaan "Kok kamu gitu?", "kok kamu gini?" dll..
Yah, setiap pribadi unik karena hidup. manusia gak akan pernah berhenti belajar. Apa yang membentuk sebuah pribadi juga merupakan hasil dari apa yang udah kita alami, pengalaman istilahnya. Apapun bentuknya.
kembali lagi pada sebuah pertanyaan-pertanyaan di benakku, jawabannya adalah bagaimana kita semua bisa sadar mengapa aku jadi seperti ini atau seperti itu. Dulu guruku bilang, mengutip Bung Karno, "JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah!"
Rabu, 27 Januari 2010
Lewat sebuah cerita

Aku seorang manusia yang terlahir di dunia..
begitu dilahirkan ya pasti aku punya bapak punya ibu..punya saudara yang lain pula
tumbuh besar, besar, besar..aku kenal dengan yang namanya manusia lain.
Guru, sahabat, teman, senior, yunior atau apapun sebutannya..
Siapapun itu, singkat cerita intinya ada begitu banyak manusia didunia ini..
yang bisa aku kenal..atau cuman aku dengar dan liat
Semua punya cerita
ada yang bilang sedih dan ada yang bilang senang duka dan suka, seru dan jengkel..
apa pun itu itulah yang dirasakan oleh manusia yang punya (pun dengar) cerita
selalu ada yang dirasakan.
cerita punya kekuatan
meskipun kadang penting kadang gak penting
tapi tetep aja cerita punya kekuatan tersendiri
tapi yang namanya aku ngemeng gak jelas..
siapapun yg baca yah simpulin aja ndiri..hahaha
intinya, banyak hal yang didapat dari cerita..
apa pun itu..
proses setelah cerita atau pun denger cerita itulah yang penting.
manusia gak akan pernah berhenti belajar.
hmm..setelah sekian lama..
halaman blog ini akan menjadi catatanku kemudian..
mencatat apa yang ingin kucatat..
Langganan:
Postingan (Atom)