- pemberhentian -

bukan berarti berhenti atau telah sampai pada tujuannya, namun mencoba untuk mencari makna dan melihat kembali perjalanan yang telah dilakukan selama ini.
Mencoba untuk belajar dari setiap langkah yang terangkum dalam gambar.

Kamis, 14 Oktober 2010

Pasar Jajanan Pasar


Mau cari makanan ringan??
Ini dia pusatnya grosir jajanan pasar di Jogja Emang Istimewa! JaMal alias Jalan Magelang!
ya masih satu lagi sih..di pasar kranggan(mungkin tunggu edisi berikutnya ^^)

Photobucket

Photobucket

Menurut sumber informasi, pasar tiban ini udah buka n' rame sejak jam 3, mamen!! kebetulan sih kemaren kesana jam 5an menurut perasaan. dan katanya lagi jam 6 ke atas udah habis-habisan! jadi perlu dicatat nih..

Pasar jajanan pasar ini(Pjp) tepatnya di utara pertigaan kalo dari jetis itu lho...kalo dari perempatan pingit ya tinggal ke utara, kalo dari perempatan ring road namanya kejauhan..
pokoknya di sekitaran situlah, jam-jam segitu JaMal tuh masih sepi..jadi tinggal lurus kalo ada keributan, eh, maksudnya banyak kerumunan ya di situ tempatnya..cuman di pinggir jalan doang..makanya termasuk pasar tiban.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Buanyak banget jajanan pasar yang ada di Pjp, mau yang asin sampai gak ada rasanya kayaknya ada deh...bolu kukus, ketan, semar mendem, tape, jenang, krupuk, cucur, clorot, dan teman-temannya yang lain lengkap di pagi buta!
Dan yang paling penting, mau beli brapa aja kayaknya bisa deh! asal jangan lebai aja beli 1 ton!! mau beli satu, dua atau 50 biji juga bisa dilayani..langsung dikemas juga ada tempatnya disini!! emang istimewa deh pokoknya!

Photobucket

Photobucket

satu lagi harganya itu, harga grosir! alias masih asli dari produsen yah minimal distributor pertama lah jadi gak ada kata gak cukup uangnya...cukup 500 perak aja udah bisa dapet ganjel perut kaya bolu kecil..harganya ya rata-rata lah pokoknya tergantung bahan, ukuran dan kualitas..

Photobucket

Photobucket


Kenyataannya sih Pjp emang pasar tiban, jadi mungkin libih cocok kalo yang beli orang-orang yang tinggal di jogja aja..
tapi satu hal kepikiran juga dan ini terinspirasi sama temenku pas lagi mimik susu
Pjp bisa jadi sebuah peluang nambah uang jajan!

gimana caranya???

Bangun pagi! siapin duit 20ribu- 50ribu deh...trus pergi kampus ato sekolah, tawarin aja tuh makanan ke temen2 ambil untung 200 peraK kan lumyan tuh kalo bisa dikali 20 udah bisa tambah maem bakso semangkok sehari!

Photobucket

Photobucket

Rabu, 06 Oktober 2010

Serangan Naga Parangkusumo

HOhohoohoo...
lama gak nyentuh keyboard nih ceritanya..
jadi lupa juga ceritanya kemaren kayak mana juga..hahaha

Yogyakarta mendung seingatku, tapi yang namanya janji lelali ya harus dilakuin..meskipun jadinya berangkat ke parangkusumo sekitar jam setengah 3 waktu itu. Aku n' Calvin (Petualang ACI nih..!) emang berencana nonton festival layang-layang nasional. Akhir kami berangkat juga bareng CAtur n Bleky juga yang kebetulan ketemu di kos pak Ginting.

weennng...weeeeng..

Photobucket
----

Festival Layang-layang Nasional 2010, 18-19 September 2010. Salah satu acara dari banyak acara yang digelar sama Dinas Pariwisata Yogyakarta. Tampaknya emang Yogyakarta sebagai kota budaya semakin berbenah diri dalam pengemasan budaya dengan berbagai acara yang semakin marak akhir-akhir ini.
Festival layang-layang ini terbagi jadi beberapa kategori diantaranya dua dimensi sama tiga dimensi, kalo gak salah ^^v. Karena kita dateng agak telat kita cuma kebagian liat naga aja ato yang namanya traditional train!

Photobucket

Photobucket
----
ckkiiit..
"singa pak..eh siang pak!"
duh..duh..gara2 bank toink pengen gak bayar masuk kawasan wisata pantai,ternyta kita udah dicegat tengah jalan waktu itu...ya kita cuma pengen jadi warga Indonesia yang baik aja kok. hehe

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Kaya'nya si emang keren nih ede-ide yang keluar menyemarakkan pariwisata Jogja, tapi rasa2nya Yogyakarta emang harus berbenah..terutama masalah kenyamanan, fasilitas apalagi pelayanannya..
contoh aja sih retribusi buat kita masuk diberlakukan per orang plus motornya! ntar di dalem ternyata yang ngelola parkir juga masyarakat setempat..dan mesti bayar lagi. padahal juga tempatnya aja bukan tempat parkir sebenernya..hmm...

Photobucket

Photobucket

Photobucket

yah..meskipun cuman bentar maen2 di parangkusumo..
yah minimal heppy lah..jarangjarang maen bareng lagi nih..

ayok kapan lagi?????


Kamis, 16 September 2010

2 Hours Walk in Malioboro

2 Hours walk in Malioboro - is my snapshot photos that I made on September 14th, 2010. I try not to bring any concept in my "little trip". Just walk forward and shot.
In my post, I try to divided into three themes. Malioboro, Shopping with Children?, and Look at me!
Enjoy it!

On that day, In Indonesia still Lebaran(Iedul Fitri) holiday and Yogyakarta looks very crowded. It is caused by the number of travelers / tourists who came and caused a chaotic traffic.

Photobucket


Malioboro is a road in the Yogyakarta city. This road is one of the main purposes for tourists in Yogyakarta. Malioboro famous because of the many sidewalk vendors selling various souvenirs such as batik, t-shirts, hat, miniature, bracelets and many more. Here we can offer prices in accordance with the money available. Especially during Idul Fitri in Indonesia, I think has become its own culture to buy new stuff. Most of them left with family, thus making Malioboro increasingly crowded.

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Shopping with Children?

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Look at Me!
-(I try the blur effect)-

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket


---jipeng---


At the end Malioboro, I paused to see what I can in two hours.

Senin, 13 September 2010

"plengah-plengeh" Makan Es

*liat foto2 ini jadi inget, dipost aje

Jadi ceritanya berawal dari sebuah ketidakjelasan. Ketidakjelasan buat maen lebih tepatnya. waktu itu tanggal 16 juli 2010, aku sama seorang temenku, Dame, memutuskan buat maen. begitu ditanya mau kemana..pasti dah yang keluar kata-kata "Gak tau!"
Tanpa pikir langsunglah terbesit untuk ke kerajaan seberang alias Surakarta. Dengan jasa kereta api prameks meluncurlah kita ke sana, tanpa tujuan pasti!

---&&&---

Hemm..
begitulah ceritanya singkat kata Kami JALAN KAKI dari Solo Balapan ke Kraton Surakarta! Dan perlu dicatat pula kalo siang itu cukup untuk membakar kulit manusia...


Maklum memang dasar orang sok tau, berasa di kota sendiri nih ceritanya, perjalanan dengan kaki terus dilaksanakan walaupun takpunya tujuan. berharap datang sebuah oase di tengah labirin seperti itulah kira2 kalo di peribahasakan... Kami memutari kraton solo lagi-lagi dengan cara yang cukup sederhana bin jalan kaki.

dan apa yang kita lihat di sudut sana???


Bagaikan melihat We-O-We sodara-sodara!!!
es campur di bawah rindangnya pohon!

dan untuk diingat lagi ya..untuk mencapai tempat ni kita muter kraton dulu..padahal sebenernya...dan ternyata ini tembus dari gerbang yang kita lewati sebelumnya...




langsunglah kami berdua berjalan kesana melihat begitu banyaknya buah segar yang terpampang di gerobak kecil itu..
langsung aku beli Es Plengeh a.k.a es teler sesuai judulnya..dan Dame memesan es Buah segar! langsung lah dibuatin itu...walaupun juga mesti sabar gara2 warung kecil ini rame poll!


Begitu nikmatnya dahaga ini terobati dengan semangku es teler yang membuat plengah-plengeh(*ketawa2sendiri) raut muka yang tadinya kering kerontang.
dan ternyata "bu plengeh" yang meracik isi dalam mangkok-mangkok tadi kembali membuat kami terplengeh...ketika bertanya "berapa Bu semua?"
and We-O-We sodara sodara!!
just 6000 rupiah..trus pas dikasih duit 20000 rupiah yang dibalikin ke kita itu..15000 rupiah...
beuh...

kapan-kapan dah mesti kesana lagi..nyobain es plengeh.!! hahahaha