- pemberhentian -

bukan berarti berhenti atau telah sampai pada tujuannya, namun mencoba untuk mencari makna dan melihat kembali perjalanan yang telah dilakukan selama ini.
Mencoba untuk belajar dari setiap langkah yang terangkum dalam gambar.

Jumat, 11 November 2011

Mengenang Jejak Sang Panglima Besar


“Percaya kepada diri sendiri, jangan hendaknya menantikan pertolongan dan bantuan dari luar negeri”, Panglima Besar Jendral Sudirman. Pesan sang jendral tersebut yang mengilhami perjuangan para prajurit Indonesia dalam perang di Yogyakarta tahun 1946 ketika diberlakukannya undang-undang keadaan berbahaya di wilayah Jawa-Madura. Sebuah semangat dalam mempertahankan tanah air dari penjajahan.

Orang Indonesia mana yang tak mengenal Panglima Besar Jendral Sudirman? Orang Indonesia yang mengenyam pendidikan pasti mengenal kebesarannya lewat pelajaran sejarah ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Cerita mengenai kepahlawanannya bahkan dapat mengilhami setiap anak memiliki cita-cita sebagai seorang tentara.

Sasmitaloka dalam bahasa Jawa berarti tempat untuk mengingat. Begitu pula bangunan tua yang berhiaskan patung seorang ksatria berkuda di daerah Bintaran, Yogyakarta. Gedung ini sebelumnya merupakan Museum Angkatan Darat hingga pada tahun 1982 diresmikan sebagai Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jendral Sudirman.

Gedung yang didirikan pada masa pemerintahan Hindia Belanda ini masih terlihat terawatt dengan baik dan kokoh. Begitu pula dengan berbagai koleksi peninggalan Pak Dirman masih mampu untuk menggiring pengunjung museum untuk masuk lebih jauh tentang kehidupan sehari-hari Sang Jendral sampai ketika beliau sakit paru-paru di Rumah sakit Panti Rapih, Yogyakarta.

Kearifan dan ketokohan seorang Jendral Sudirman tercermin ketika Jepang tidak mau menyerahkan aset negara setelah Indonesia merdeka. Waktu itu sang panglima masih berpangkat Kolonel di Banyumas mampu meredam tumpah darah dengan perundingan. Beliau yang mampu berpikir terbuka dan dialogis merupakan panutan bagi masyarakat Indonesia terutama bagi pemimpin negara dalam memecahkan masalah.

Kamis, 26 Mei 2011

Topeng

ah apa aja yang kerjain akhir-akhir ni?!!

oke sih, aku punya banyak foto akhir2 ni, banyak hunting banyak objek puas juga sama hasilnya tapi kayak ada yang kurang. yak, foto kalo gak aku share rasanya gak afdol. apalagi kalo itu foto momen bareng temen-temen rasanya ada tekanan batin*lebay.

apa problemku??
pertama, koneksi internet! sejak menginstal ulang lepi ntah knapa deh tuh modem gak bisa dipake dan ya sudah.
kedua, kualitas lepi. yaah mungkin alasan tapi beneran lho...buat ngedit bentar, yah kira2 setengah jam paling lama eh trus ngadat bertuliskan "insuficient memory" alamat minta upgrade lepi.
ketiga, uang saku. Emang dasarnya aku ni bandel kali yah jadi gak pernah pulang ke kampung maunya maen sama temen. meskipun asik tapi artinya aku gak punya uang saku, terhitung 2 bulan ini aku cuma sempet dapet uang saku 100ribu. gak percaya??? aku juga :p
keempat, kayaknya kalo sampe empat berarti aku yang kebangeten deh....terlalu banyak alasan dan begono-begini. Semoga ini jadi pembelajaran aja bro! yang penting bukan ini apa itu, tapi niat. perlu ditulis sekali lagi yaitu N I A T! :)

lelelelelele...
ini tadi rencana juga mau posting foto2 baru..eh si photobucket gak bisa dibuka...ya udah ngemengepeh aja lah...
ni ada satu fotoku yang menurutku sih unik. iseng2 eh jadi seneng :p

Senin, 04 April 2011

Efek Rumah Kaca @ kickfest2011

Haloha!!!

yak gak pernah berhenti buat belajar dan latihan adalah jawabannya. Satu lagi ih sebuah pembelajaran dalam memotret panggung.

Photobucket

Kali ini adalah pengalaman kedua dalam foto panggung setelah kemaren sempet motret Adhitia Sofyan pas manggung di Jogja. Foto panggung emang punya keasyikan tersendiri ternyata. menangkap momen2 di atas panggung yang mungkin saja hanya bisa terjadi dalam sekali dalam seumur hidup si pengisi acara. Apalagi keindahan paduan antara setting panggung yang semakin membuat artisartis semakin WeOWe.
Acara kickfest merupakan sebuah event tahunan kolaborasi clothing2 untuk memamerkan karya-karya mereka. Anak muda jelas jadi sasaran utama dalam acara ini. Kalo gak salah sih, KickFest 2011 merupakan kick yang ke 4 di kota pelajar gudangnya anakmuda masa kini*lebay..

Photobucket

Dari dulu emang sih gak pernah tertarik yang namanya event jualan barang2 modis ini, tapi beda kalo ada artisnya. Mengundang artis top mungkin memang jadi salah satu penarik massa dalam acara ini. Terbukti Efek Rumah Kaca yang notabene mengusung musik yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat mampu membuat para pengunjung berdecak kagum sambil berdendang di dalam gedung. Gak cuman ERK sih yang ditampilin, tapi juga banyak band lain yang meramaikan KickFest kali ini. tapi karena aku datangnya cuma karena ingin motret ERK ya ini ceritanya. hehe

Photobucket

ERK, band indie dengan anggota Cholil Mahmud(gitar,vokal) Adrian Yunan Faisal (bass) Akbar Bagus Sudibyo (drum). Band yang udah menelorkan 2 album "Efek Rumah Kaca" dan "Kamar Gelap" malam itu membawakan 12 lagu kalo gak salah..meskipun minus sang bassis namun tampaknya cukup membuat penonton hanyut dalam aura mereka. dan inilah lagu yang dibawakan malam minggu kemaren Tubuhmu Membiru, Tragis, Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa, Sebelah Mata, Mosi Tidak Percaya, Hilang, Hujan, Jangan Marah, Kenakalan Remaja di Era Informatika, Di Udara, Lagu Kesepian, Desember, Balerina, Jalang (dikutip dari Fikri )

Photobucket

Photobucket

Kamis, 17 Maret 2011

#keluarkota : Surabaya

Gak kaya' lagunya shaggydog yang pergi ke desa-desa, tapi kali ini keluar kota ya masuk kota lagi; Surabaya!
Ibukota provinsi Jawa Timur ini memang cukup terkenal, paling tidak buat orang Indonesia. Sejarah Indonesia gak bisa lepas dari kota yang berjuluk Kota Pahlawan ini. Singkat cerita, atau bisa dibilang sekarang aku gak pengin cerita sejarah, ini cerita saya di kota Surabaya selama 1 hari.
Bisa dibayangkan rugi juga pergi jauh-jauh dari Jogja cuma buat sehari aja, yah namanya juga mahasiswa polos(baca: mahasiswa tingkat akhir), aku gak pengen bolos kuliah.

Photobucket

Berangkat naek bus patas jam 12 malam, sampe di Surabaya jam 7 kalo gak salah. Pikiran pertama sampae di kota ini adalah "Aku harus ke ITS sekarang juga!" Yap, itu tujuan utama mengapa aku mesti ke S'bya. Jadi aku dikasih tugas ceritanya buat menghadiri sebuah perhelatan buat para pencari kerja, alias bursa karir.

Ada satu pengalaman menarik sih; karena tugasku itu mengumpulkan berkas lamaran ke sebuah perusahaan ternama di Indonesia. Shock, aku liat orang2 muda ini pada kelaparan akan pekerjaan. yah, mereka mengantri puaaannnjaangnya buat masuk ke perusahaan ini. Anda Benar! Aku harus ikut antri juga.-_-a

Satu menit, dua menit, 10 menit, 1 jam..akhirnya sekitar satu jam aku hampir sampe di mulut pintu gerbang validasi berkas lamaran ini. Ternyata eh ternyata, aku liat mbak2 di depanku gak boleh masuk gara-gara gak punya cap panitia(baca: tiket) di tangan. Doeeng!!! Buat masuk ke ruangan itu harus beli tiket dulu!!!

Tanpa pikir panjang, dalam hati aku berucap "jangan sampai saya harus antri dari awal!"
gak ada 2 menit, sekarang giliranku; mas2 penjaga pintu bilang "capnya mana mas?"
"o..o...O...emmm...ini mas" sambil mengulurkan tangan kananku yang pake gelang.
masnya bingung sendiri liat tanganku, makin bikin deg-deg'an aja ni si mas pintu. beberapa detik terdiam, eh dia cuekin aku smbil liatin tangan orang lain yang punya cap.
Terpakulah aku ditempat itu liatin orang disebelahku langsung yang dibolehin masuk. Gak lama, setelah beberapa orang masuk masnya nengok ke aku dan aku menerjemahkannya sebagai "masuk aja mas!"
Huuffft...untung aja gak terjadi keributan..bisa gagal total misiku ke surabaya.

Jam setengah 3 aku selesai di bursa karir.Lalu pertanyaannya, aku ngapain lagi ya??
satu hal yang aku pengen adalah melihat kota Surabaya, untung aku pnya temen di ITS yang mau nemenin aku muterin kota ini. *tapi jujur pengen sendiri aja, sampe kesasar. Gak lengkap rasanya kalo belum melihat patung "ikan Sura dan Boyo". Hasilnya, seakan mendapat "ZonK" teryata patungnya cuma gitu doang di tengah jalan pinggir kebun binatang -_-a.
Oke, aku mau muter2 aja sama temenku ini, Patrick. dari Timur ke selatan, trus ke barat dan malamnya ke utara.
Photobucket
Sehabis liat patung suroboyo, aku diajak ke tanahnya pak Ciputra "Citraland". yang ini namanya kota di dalam kota. Super Elite.
gak dipungkiri, Pembangunan Surabaya emang yahud! sangat pesat! tapi sayangnya kalo aku liat pembangunannya gak melihat kondisi sosial masyarakatnya. kesenjangan seakan semakin digarisbawahi untuk segera dilihat orang dengan banyaknya pembangunan kota.

Photobucket
tak lupa kuliner yang cukup terkenal adalah Soto Lamongan! soto dengan koya yang bikin air liur makin netes2 kalo liat di meja. Daging ayamnya cukup banyak dikasihnya gak kayak di Jogja. apalgi kalo kita minta "balungan" bisa dikasih semangkok penuh!

Photobucket

Gak cukup sampai disini aja perjalananku di S'baya, mencoba mencari sebuah labenernya landmark kota ini sebenernya yang harus aku dapatkan. Untung saja aku punya temen kaya Petrick ini. Surabaya emang bener-bener kota yang luas banget. Yah, tapi ini bukan tipe kota yang aku suka seperti Jogja. kota ini udah hampir kayak Jakarta. Banalisasi dimana-mana.
Dan inilah satu hal yang mungkin saat ini bisa menggambarkan Surabaya yaitu Jembatan Suramadu. Jembatan sepanjang 5 km menghubungkan pulau Jawa dan Madura.

Photobucket

Cukup sudah ngemeng gak jelas hari ini. Menyenangkan sebenarnya berpetualang di kota gak perlu ke tempat wisata tapi melihat kehidupan sosial daerah lain. Menyelami dan memahami orang lain yang sama saekali tidak dikenal. Next time, harus lebih semangat!